Tuesday, 19 June 2012

Mengukur aras keimanan

Beriman bererti kita telah percaya kepada sesuatu yang berada di luar akal fikiran kita. Jika kita beriman kepada Jin, malaikat, khadam atau lainnya yang berselindung sebalik di cincin ,keris atau azimat maka itu dinamakan juga sebagai beriman namun beriman ini adalah kepada jin, khadam atau makhluk tersebut. Sama halnya jika kita beriman kepada Allah, tentunya yang membezakan sekarang beriman kepada selain Allah (syirik) atau berimana kepada yang Haq yaitu kepada Allah.

Setiap yang ghaib memiliki kekuatan, dan pastinya kekuatan itu pasti berada di atas kekuatan kita. beriman kepada jin, maka jin tersebut akan memiliki kekuatan sesuai dengan apa yang kita imani kepada jin misalnya kita beriman bahawa jin mampu membuat kebal maka jin tersebut pun akan memberikan efek kebal kepada yang mempercayai.


Demikian pula jika kita beriman kepada Allah maka apa yang kita percayai kepada Allah akan berpengaruh dalam diri kita juga. Kalau kita mempercayai dengan segenap kepercayaan bahwa Allah maha pemurah maka Allah pun akan menjadi sangat pemurah dan tentunya kemurahan ini akan berpengaruh dalam hidup kita.

Oleh itu, sekarang adalah kita mahu beriman atau tidak kepada Allah itu terserah kita, atau kita mahu beriman kepada selain Allah itupun pilihan kita juga. kalau jin, khadam, malaikat lebih menjanjikan dari pada Allah maka percayailah dan kita akan tersesat, tapi bersyukurlah jika beriman hanya kepada Allah, Dialah yang membuat kehebatan kehebatan dalam hidup kita …. maka kehebatan kehebatan itu akan terjadi dalam hidup kita.

letaknya kekuatan iman kita bergantung pada iman kita kepada Allah.

inspirasi dari  Al ustaz setiyo

0 comments:

.

.