Sunday, 15 July 2012

Mengenal Koteka

Penutup bahagian khusus alat kelamin lelaki yang dipakai beberapa suku bangsa di Papua disebut Koteka. Bagi lelaki berwibawa dan terkenal dalam masyarakat, koteka yang digunakan harus berukuran besar dan panjang. Batang kotekanya pun diukir berwarna-warni.



Koteka terbuat dari buah labu. Labu tua dipetik, dikeluarkan isi dan bijinya kemudian dijemur. Setelah kering, labu tersebut disumbat pada batang penis dengan posisi berdiri tegak menjulur arah pusat.
Kata koteka sendiri berasal dari salah satu suku di Paniai, artinya pakaian. Di Wamena, koteka disebut holim. Ada berbagai jenis ukuran koteka, tergantung besar kecilnya anu si pemakai. Tetapi, besarnya koteka tak juga mencerminkan besarnya anu pemakai, tapi hanya aksesoris bagi si pemakai.



Tubuh yang tegap bagi seorang lelaki berkoteka adalah idaman seorang wanita suku Pegunungan Tengah seperti suku Dani. Agar penampilan seorang lelaki lebih perkasa dan berwibawa, seluruh bagian kulit luar termasuk rambut dilumuri minyak babi agar kelihatan hitam mengkilat dan licin bila terpanggang matahari. Lemak babi itu dilulurkan di wajah, pinggang, kaki, dan tangan. Biasanya dipakai pada saat pergelaran pesta adat seperti bakar batu.



P/s : Ingat kat afrika je ada org pakai tutup anu ni..

.

.