Tuesday, 22 October 2013

Mengapa disebut 'tahun cahaya'


Terkadang kita terdengar jarak benda-benda di langit menggunakan catuan tahun cahaya. Penggunaan kata "tahun" seolah menunjuk pada waktu, "berapa lama". Sebenarnya yang dimaksudkan adalah pengiraan jarak menggantikan kilometer (Km).

Mengapa digunakan pengiraan"tahun cahaya"? Ini kerana objek di luar angkasa jaraknya sangat jauh, jika menggunakan meter, kilometer atau batu, manusia pasti kebingungan bagaimana untuk kerana banyaknya angka kosong (0000).

Contoh, jarak Matahari dengan bintang terdekatnya 40.000.000.000.000 km atau 40 trillion km. Ini belum jika dikira bintang2 di sekelilingnya yang masih banyak dan lebih jauh dari itu. Bagaima pula untuk menyebutnya?



Maka untuk mengukur jarak yang sangat besar, digunakan kiraan 'tahun cahaya'. Cahaya bergerak 299.792.458 meter per saat atau 300.000 km per saat. Maka 1 saat cahaya (light second) sama dengan dengan jarak 300.000 km. Bagaimana kalau setahun?

Jadi, tahun cahaya didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu satu tahun ketika melewati ruang hampa udara atau sama dengan 9.467.280.000.000 km = (9,46 x 1012 ) km.

Jarak yang sangat jauh tapi lebih mudah untuk diingat. Kita lihat contohnya gambarajah di bawah ini. Lebih mudah diingat jika menggunakan tahun cahaya. Betul??


Dari definisi tahun cahaya tersebut, ketika seorang Astronomi di Bumi melihat sebuah bintang yang jaraknya 10 tahun cahaya bermakna, cahaya yang diterima astronomi ketika itu merupakan cahaya yang baru tiba setelah melakukan perjalanan dari bintang dengan jarak tempoh 10 tahun, atau dalam bahasa mudahnya astronomi tersebut sedang melihat bintang pada keadaannya 10 tahun yang lalu. Wow!! Subhanallah..

sumber
Bumi di jagad raya ini bagaikan sebutir pasir yang melayang di tengah gurun pasir yang maha luas. Adakah Sang Pencipta, yang telah menciptakan jagad raya yang maha luas ini, betapa kecilnya arti keberadaan kita kita agar kita sadar bahwa sungguh tak pantas bagi kita untuk berlaku sombong di muka bumi. Agar kita sadar bahwa sudah sepantasnyalah kita merendahkan diri di hadapan-Nya - See more at: http://fharhiyedh.blogspot.com/2013/05/sejauh-apakah-itu-1-tahun-cahaya.html#sthash.RLlQa0ll.dpu
Bumi di jagad raya ini bagaikan sebutir pasir yang melayang di tengah gurun pasir yang maha luas. Adakah Sang Pencipta, yang telah menciptakan jagad raya yang maha luas ini, betapa kecilnya arti keberadaan kita kita agar kita sadar bahwa sungguh tak pantas bagi kita untuk berlaku sombong di muka bumi. Agar kita sadar bahwa sudah sepantasnyalah kita merendahkan diri di hadapan-Nya - See more at: http://fharhiyedh.blogspot.com/2013/05/sejauh-apakah-itu-1-tahun-cahaya.html#sthash.RLlQa0ll.dpuf

Tuesday, 15 October 2013

Berita Gembira Paling Bermakna Sempena Aidiladha 1434 Hijrah



Menjelang Aidiladha tahun ini, umat islam khususnya di Malaysia menerima satu khabar gembira apabila Mahkamah Rayuan sebulat suara membenarkan rayuan kerajaan berhubung isu penggunaan kalimah Allah oleh selain penganut muslim. Ini bermakna, kalimah Allah adalah milik mutlak umat Islam dan ia tidak sekali kali boleh digunakan oleh agama lain khususnya di Malaysia.

Keputusan ini sebenarnya sangat memberi kelegaan kepada umat islam (bagi yg memperjuangkannya) dan keresahan masyarakat Islam akan kekeliruan yg bakal terjadi jika kalimah Allah juga digunakan oleh agama lain secara rasminya terlerai. Semua pihak terutama sebilangan umat Islam yang terkhilaf akan pendapat mereka yang mengatakan Kalimah Allah bukan hak mutlak orang2 Islam sahaja, patut mengambil iktibar dari isu ini kerana terdorongnya hakim2 ini membuat keputusan sebegitu adalah ilham atau petunjuk dari Allah jua. Sesungguhnya yang benar telah muncul bagi memadamkan kebatilan . 

Kepada para pejuang yg telah berkorban demi memartabatkan Islam, pengorbanan anda telah dibalas dengan keputusan ini ketika saat dan waktu yang paling tepat kerana manisnya ketika kita umat Islam sedang dalam siap sedia menyambut Hari Raya Aidiladha yang mengingatkan kita tentang istilah pengorbanan.

Kepada penganut agama lain (juga kpd umat Islam yg belum dibukakan hidayah), terimalah keputusan ini dengan redha demi keamanan dan perpaduan masyarakat negara ini kerana saya yakin anda juga sedia mengetahui hanya di dalam kitab suci Al Quran yang tertulis dan ada menekankan tentang Allah iaitu merujuk kepada tuhan bagi umat Islam, dan tidak pada kitab suci kepercayaan anda2 yang bukan berugama Islam..Benarkan?? Jadi, fikir2 kan..

Salam Aidiladha dari ronyanuar.com...aktikel menarik lainnya mengenai isu ini boleh dibaca di sini..

P/s: posting ini ditulis bukan untuk meraikan kejayaan atau merendah-rendahkan kepercayaan masyarakat bukan Islam di Malaysia, tetapi sekadar memberitahu hak umat Islam di Malaysia telah disahkan melalui proses mahkamah..
Published with Blogger-droid v2.0.10

.

.